Fungsi Gordang Sambilan Alat Musik Tradisional. Istilah Gordang Sambilan, pada etnik Mandailing umumnya dan masyarakat Kotanopan khususnya, mempunyai dua pengertian.
Gordang Sambilan sebagai nama gendang yang berukuran besar.
Merupakan ansambel musik yang terdiri dari sembilan buah gendang dengan ukuran berbeda dan dilengkapi dengan alat musik Uning-uningan, terdiri dari alat musik pukul dan tiup.
Perbedaan pengertian tersebut tidak begitu prinsipil. Masyarakat Kotanopan bisa memahaminya dan tidak pernah diperdebatkan secara lebih dan yang mereka pahami sekarang ini tentang istilah Gordang Sambilan tersebut adalah ansambel Gordang Sambilan.

Gordang Sambilan sebagai musik tradisi yang mengakar kuat di Mandailing khususnya di Kotanopan. Awalnya musik ini digunakan untuk upacara ritual dan adat, Satu-satunya upacara adat yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Kotanopan yang masih keturunan raja-raja adalah upacara Horja Godang. Pertunjukan Gordang Sambilan memiliki peran penting dalam upacara Horja Godang. menurut masyarakat Kotanopan Gordang Sambilan memiliki makna dan nilai yang khusus yang berhubungan dengan fungsionaris masyarakat yang bahu membahu dalam menjalankan adat Kotanopan dan meluaskan wilayah desa.

Urutan alat Musik Tradisional Gordang Sambilan
Gordang Sambilan adalah sembilan buah gendang yang masing-masingnya memiliki ukuran berbeda yang merupakan simbol sembilan tokoh dalam struktural masyarakat. sesuai dengan fungsi dan tingkatannya. Para tokoh tersebut, masing-masingnya disimbolkan dengan satu buah gordang yang ukuran besarnya sesuai dengan tingkatan dan fungsi tokoh tersebut dalam masyarakat. Adapun urutan gordang dari yang paling besar sampai yang terkecil dan sembilan tokoh fungsionaris masyarakat tersebut adalah;

Gordang Sambilan yang paling besar adalah simbol untuk Raja Panusunan Bulung, gelar untuk seorang raja terbaik yang telah membangun beberapa desa. Raja tersebut dipilih oleh tokoh masyarakat dari beberapa raja yang memimpin desa-desa di Mandailing;
Satu gordang merupakan simbol dari Datu yaitu pembantu penting seorang raja untuk melakukan komunikasi dengan alam gaib atau roh leluhur;
Natoras yang merupakan wakil datu;
Raja Pamusuk adalah pimpinan adat yang mengepalai satu desa;
Satu gordang untuk Kepala Ripe yaitu wakil Raja Pamusuk ;
Uluan yaitu seorang yang mewakili mora yaitu seorang yang berasal dari pihak keluarga istri;
Talaga yaitu seorang yang mewakili anak boru yaitu kerabat yang mengambil istri;
Satu gordang mewakili Ulubalang yaitu penjaga keamanan desa;
Suruonkonon adalah pembantu dari raja.

Related APK